Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Ilmuwan-Ilmuwan Islam yang Mengubah Peradaban Dunia

Berikut ini disebutkan beberapa Ilmuan Muslim garda depan yang telah berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan moderen saat ini. Anda akan dibuat berdecak kagum saat mendapati bahwa mereka tidak hanya menguasai satu disiplin keilmuan saja, tapi banyak.

Ilmuwan Islam

Ilmuwan Islam Al-Zahrawi ( 325 - 404 H )
Ilmuan yang terkenal sebagai seorang ahli bedah masyhur pada masanya baik di dunia islam maupun kalangan barat. Beliau lahir dan meninggal di Andalusia. Karya-karyanya diterjemahkan kebahasa latin dan berbagai bahasa lainnya. Karya yang paling terkenal adalah Al-Tasrif, yaitu buku yang berisi praktik kedokteran setebal 30 Jilid.

Ilmuwan Islam Ibnu Sina ( 370 - 428 H )
Lahir di dekat Bukhara dan meninggal di Hamadan, Iran. Beliau merupakan seorang Filsuf terkenal, namun selain mendalami ilmu Filsuf, beliau juga seorang dokter, ahli kimia, pakar matematika, dan sastrawan. Karya termasyhurnya berjudul al-Qunun fi al-Thibb. Telah diterjemahkan ke sejumlah bahasa dan menjadi kitab medis paling fenomenal pada Abad pertengahan. Fotonya dipajang di banyak gereja di Eropa dan masi menghiasi aula-aula fakultas kedokteran di Universitas Paris.

Ilmuwan Islam Tsabit Ibn Qarrah ( 220 - 285 H )
Dikenal sebagai ahli Matematika dari arab. Lahir di Haran ( Turki ) dan meninggal di Bagdad. Beliau juga seorang Filsuf, Dokter, dan Ahli Geografi. Peletak batu pertama bagi ilmu perhitungan diferensial dan integral. Memiliki karya di semua disiplin keilmuan klasik.

Ilmuwan Islam Najmuddin al-Mishri ( Abad 7 M )
Seorang ilmuan yang berasal dari Kairo, Mesir. Beliau pernah belajar di Universitas Al-Azhar. Beliau adalah seorang pakar di bidang astronomi dan mengkaji penentuan waktu. Di perpustakaan Oxford, Inggris, tersimpan manuskrip berbahasa Arab milik Najmuddin yang berisi jadwal perbintangan dan berjumlah lebih dari setengah juta nilai perhitungan yang akurat.

Ilmuwan Ibnu al-Nafis ( 607 - 687 H )
Penemu sistem peredaran darah kecil yang dijadikan pijakan bagi Harvey asal Inggris untuk menemukan sistem peredaran darah besar, selang tiga abad setelah kematian Ibnu al-Nafis. Ilmuan yang lahir di Damaskus ini juga seorang Dokter, Filsuf dan ahli Fiqih. Beliau meninggal di Kairo, Mesir.

Ilmuwan Hasan Ibn al-Haytsam ( 354 - 430 H )
Beliau lahir di Bashrah dan meninggal di Kairo. Beliau adalah pakar optik, ahli matematika, dan ahli astronomi. Mempunyai lebih dari 2000 karya tulis.

Ilmuwan Al-Jahizh ( 164 - 255 H )
Seorang sastrawan yang lahir dan meninggal di Bashrah. Selain seorang sastrawan, beliau juga adalah seorang ilmuwan yang andal. Mempunyai lebih dari 350 karya tulis di berbagai bidang keilmuan. Karya paling masyhurnya adalah Kitab al-Hayawan wa al-Bukhala'.

Ilmuwan Jamsyid ( Abad 9 H )
Orang yang pertama memasukkan angka desimal dalam perhitungan. Beliau hidup di Iran. Beliau juga adalah seorang Ahli di bidang Astronomi, ahli Matematikan dan mengamati gerhanda matahari.

Ilmuwan Al-Khawarizmi ( 164 - 232 H )
Matematikawan yang terkenal hingga saat ini. Namanya masih banyak ditulis dalam buku matematika. Beliau lahir di Khawarizmi dan meninggal di Irak. Beliau adalah orang pertama yang menyusun ilmu perhitungan dan penemu angka "nol" (0). Di barat disebut "Matematikawan besar". Selain ahli dalam bidang matematika, beliau juga ahli di bidang astronomi.

Ilmuwan Al-Damiri ( 748 - 808 )
Ilmuan yang lahir di desa Damirah, Mesir, dan pernah belajar di Al-Azhar, lalu menjadi pengajar disana. Beliau adalah ahli biologi, sastrawan, dan penulis Hayat al-Hayawan al-Kubra, buku yang dianggap menggabungkan antara ilmu, sastra, sejarah, dan fiqih.

Ilmuwan Al-Razi ( 251 - 313 H )
Salah satu ilmuan muslim yang menguasai berbagai bidang ilmu sekaligus. Beliau lahir dan meninggal di kota Rayy, dekat Teheran, Iran. Dikatakan, "Kedokteran itu mati sampai Galen menghidupkannya, kedokteran tercerai-berai sampai al-Razi menyatukannya, dan kedokteran tak lengkap sampai Ibnu Sina menyempurnakannya." Karya al-Razi mencapai 224 kitab. Selain seorang dokter, beliau juga seorang Filsuf, apoteker, ahli kimia, matematikawan, dan musisi.

Ilmuwan Ibnu Rusyd ( 519 - 595 H )
Lahir di Cordoba, Spanyol dan meninggal di Marakesh, Maroko. Seorang yang memiliki keahlian Filsafat. Beliau adalah seorang filsuf, ahli astronomi, dokter, komentator buku-buku Aristoteles, dan memiliki posisi terhormat di kalangan penguasa Andalusia. Tapi, karena sebab-sebab tertentu, ia dipenjara beberapa kali, kitab-kitabnya dilarang dan dibakar.

Ilmuwan Al-Syarif al-Idrisi ( 494 - 562 H )
Al-Syarif adalah seorang ilmuan asal Maroko karena beliau lahir dan meninggal disana. Beliau adalah ahli geografi dan penulis Nuzhah al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq. Ahli tumbuh-tumbuhan dan juga penulis al-Jami' li Shifat Asytat al-Nabat.

Ilmuwan Al-Battani ( Abad 3 H )
Beliau adalah orang yang pertama kali menggunakan Sinus dan Kosinus dalam perhitungan Trigonometri. Lahir di Haran dan meninggal di Irak. Seorang yang ahli astronomi dan digelari Ptolomeus Arab. Ia menentukan sicara akurat panjangnya tahun dan musim.

Ilmuwan Al-Buzajani ( 329 - 388 H )
Ilmuan yang lahir di Buzajan, Iran, adalah orang pertama menetapkan rumus tangen, juga secan dan cosecan. Sumbangsihnya bagi teori trigonometri tak terbantahkan lagi. Beliau juga ahli matematika dan astronomi. Beliau meninggal di Baqdad, Iraq.

Ilmuwan Ibnu Bathutah ( 704 - 779 H )
Seorang pengembaran dan ahli geografi. Beliau lahir di Tangier ( Maroko ) dan meninggal di Marakesh. Perjalanannya mengelilingi dunia mencapai 120 ribu kilometer selama 38 tahun.

Ilmuwan Al-Biruni ( 362 - 443 H )
Menguasai banyak bidang ilmu, beliau adalah seorang filsuf, sejarawan, dokter, ahli kimia, pakar matematika, dan astronomi. Karyanya mencapai 108 buah kitab. Beliau lahir di Khawarizm dan meninggal di Iraq.

Ilmuwan Ibnu al-Baythar ( 594 - 647 H )
Pakar ilmu tumbuh-tumbuhan, rumput obat, dan farmasi. Beliau lahir di Andalusia dan meninggal di Damaskus.

Ilmuwan Jabir Ibn Hayan ( 103 - 210 H )
Filsuf dan ahli kimia. Konon dinamakan Jabir karena ia mendamaikan antara tradisi kuno dan ilmu modern. Ia guru besar ahli kimia Arab. Menulis 190 buku.

Ilmuwan Al-Khazin ( Abad 6 M )
Berasal dari Byzantium. Pakar matematika, ahli astronomi, fisikawan, dan mekanik. Ia menciptakan alat pengukur berat badan di udara dan air. Perhitungan dan pengukurannya akurat dan tepat.

Daftar Pustaka : A. Ibrahim, Qasim dan A. Saleh, Muhammad.2014.Buku Pintar Sejarah Islam.Jl.Kemang Timur Raya:Zaman

Perhatian !!! Setelah membaca artikel ini diharapkan pembaca agar tidak menjadikan artikel ini sebagai rujukan yang paling benar, carilah artikel lain yang bisa mendukung/menambah hal-hal yang belum tercantun/dituliskan dalam artikel ini. Terimakasih. Jika ada pendapat atau komentar, silahkan masukkan komentar anda di kolom komentar di bawah.

Khalifah Islam Dari Masa ke Masa

Nama Khalifah Islam

Setelah wafatnya Rasulullah SAW. Kepemimpinan untuk kaum muslimin kemudian diserahkan kepada Abu Bakar Al-Shiddiq, yang kemudian diberi gelar sebagai Amirul Mukminin atau Khalifah.

Khalifah berperan sebagai pemimpin umat untuk mengurusi negara dan agama. Khalifah di pilih melalui warisan ataupun dengan melakukan musyawarah yang dilakukan oleh majelis Syura' yakni para ahli ilmu ( terutama keagamaan ) dan mengerti permasalahan umat. Sedangkan mekanisme pengangkatannya yaitu dengan cara baiat atau melakukan perjanjian setia antara Khalifah dan Umat.

Khalifah memimpin sebuah Khilafah, yaitu sebuah sistem kepemimpinan umat, dengan menggunakan Islam sebagai Ideologi serta undang-undangnya mengacu kepada Al-Quran, Hadist, Ijma dan Qiyas.

Khalifah sendiri berdiri ketika diangkatnya Abu Baqar Al-Syiddiq sebagai pemimpin hingga runtuh pada masa Dinasti Turki Ustmani pada 3 Maret 1924.

Masa Kekhalifahan merupakan masa keemasan umat Islam yang telah menciptakan peradaban luar biasa dalam berbagai bidang seperti Sains, Teknologi, Kebudayaan, Politik, Ekonomi, dan lain sebagainya.

Berikut ini daftar Nama Khalifah yang telah dibagi menjadi 4 masa yaitu masa Khalafaur Rasyidin, masa Dinasti Umayyah, masa Dinasti Abbasiyah, dan masa Dinasti Ustmani :

Khulafa'ur Rasyidin
Kita telah melihat bagaimana para pecinta masjid, ahli ibadah, penghafal, Al-Quran atau bahkan para pemilik kekayaan tidak hanya puas atas kemerdekaan negeri-negeri mereka, kemulian suku-suku, dan kebebasan bangsa-bangsa mereka. Mereka terus mengalir di bumi dan menyebar di setiap penjuru negeri sebagai penakluk dan pendidik. Mereka mebebaskan berbagai umat sebagaimana mereka telah dibebaskan, memberi mereka petunjuk dengan cahaya Allah yang juga telah menunjukkan jalan kepada mereka, serta menuntun mereka ke arah kebahagiaan dunia dan akhirat. Mereka tak melampaui batas, tak bertindak zalim, tak sewenang-wenang, dan tidak memperbudak manusia yang telah dilahirkan dalam keadaan merdeka.

Berikut ini daftar nama Khalifah pada masa Khulafaur Rasyidin yang telah membentangkan Cahaya Islam hingga mampu mengalahkan dua Imperium besar pada masa itu ( Romawi dan Persia ), dan membawa manusia pada petunjuk Allah :
  1. Khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq ( 11 - 13 H )
  2. Khalifah Umar Ibn Khatthab ( 13 - 23 H )
  3. Khalifah Ustman Ibn 'Affan ( 23 - 35 H )
  4. Khalifah Ali Ibn Abi Thalib ( 35 - 40 H )
Dinasti Umayyah
Ibnu Khaldum mengatakan, "Dinasti Umayyah dan semua informasi tentangnya hendaknya disambungkan dengan informasi-informasi dari kekhalifahan Khulafa'ur Rasyidn, Sebab, yang pertama menyusul yang kedua dalam hal keutamaan,keadilan, dan shuhbah."

Hudhari Bik menyatakan, "Yang paling mengagumkan dari dinasti raksasa ini adalah meskipun diterpa berbagai bencana, fitnah, dan pemberontakan, ia tidak pernah tampak lemah di hadapan umat-umat lain, kecuali pada kesempatan yang jarang sekali.."

Berikut ini Daftar Nama Khalifah pada masa Dinasti Umayyah :
  1. Khalifah Mu'awiyah Ibn Abi Sufyan ( 41 - 60 H )
  2. Khalifah Yazid Ibn Mu'awiyah ( 60 - 64 H )
  3. Khalifah Muawiyah II ( 64 - 64 H ) 3 Bulan Menjadi Khalifah
  4. Abdullah Ibn Zubayr 
  5. Abdul Malik Ibn Marwan
  6. Khalifah Walid Ibn Abdul Malik ( 86 - 96 H )
  7. Khalifah Sulaiman Ibn Abdul Malik ( 96 - 99 H )
  8. Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz ( 99 - 101 H )
  9. Khalifah Yazid Ibn Abdul Malik ( 101 - 105 H )
  10. Khalifah Hisyam Ibn Abdul Malik ( 105 - 125 H )
  11. Khalifah Walid Ibn Yazid Ibn Abdul Malik ( 125 - 126 H )
  12. Khalifah Yazid Ibn Walid Ibn Abdul Malik ( 126 - 126 H )
  13. Khalifah Marwan Ibn Hakam ( 127 - 132 H )
Dinasti Abbasiyah
Dinasti Abbasiyah melewati beberapa periode: (1) masa kejayaan, (2) masa kekuasaan militer Turki (3) masa kaum Buwahiyah Syiah, (4) masa kekuasaan kaum Saljuk Turki,dan (5) runtuhnya Baqdad, masuknya Tartar, pindahnya kekhalifahan Abbasiyah ke mesir.

Namun, tidak semua periode di atas akan disebutkan nama Khalifahnya. Nama-nama Khalifah yang akan disebutkan yaitu pada awal munculnya kekhalifahan Abbasiyah hingga runtuhnya di Baqdad. Nama-nama Khalifah Abbasiyah ketika kekuasaan pindah ke mesir tidak akan disebutkan.

Berikut daftar nama-nama Khalifah Abbasiyah :

Periode Pertama Dinasti Abbasiyah
  1. Khalifah Abdullah Ibn Muhammad Ibn Ali Ibn Abdillah Ibn Abbas ( 132 - 136 H )
  2. Khalifah Abu Ja'far Abdillah Ibn Muhammad Ibn Ali ( 136 H - 158 H )
  3. Khalifah Muhammad Al-Mahdi Ibn Al-Manshur ( 158 - 169 H )
  4. Khalifah Musa Al Hadi Ibn Muhammad Ibn Ja'far Al-Manshur ( 169 - 170 H )
  5. Khalifah Harun Al-Rasyid Ibn Muhammad Al-Mahdi ( 170 - 194 H )
  6. Khalifah Muhammad Al-Amin Ibn Harun Al-Rasyid ( 194 - 198 H )
  7. Khalifah Al-Ma'mun Ibn Harun Al-Rasyid ( 198 - 218 H )
  8. Khalifah Al-Mu'tashim Billah Abi Ishaq Muhammad Ibn Al-Rasyid Ibn Al-Mahdi ( 218 - 227 H )
  9. Khalifah Al-Watsiq Billah Abi Ja'far Harun Ibn Al-Mu'tashim Ibn Al-Rasyid ( 227 - 232 H )
  10. Khalifah Al-Mutawakkil 'Alallah Ibn Al-Mu'tashim Ibn Al Rasyid ( 232 - 247 H )
Periode Kedua Dinasti Abbasiyah
  1. Khalifah Muhammad Al-Muntashir Ibn Al-Mu'tashim ( 247 - 248 H )
  2. Khalifah Al-Musta'in Billah Ahmad Ibn Muhammad Al-Mu'tashim Ibn Al-Rasyid ( 248 - 252 H )
  3. Khalifah Abu Abdillah Al-Mu'taz Ibn Al-Mutawakkil Ibn Al-Mu'tashim ( 252 - 255 H )
  4. Khalifah Muhammad Al-Muhtadi Billah Ibn Harun Al-Watsiq Ibn Al-Mu'tashim Ibn Rasyid ( 252 - 256 H )
  5. Khalifah Ahmad Al-Mu'tamid 'Alallah Ibn Al-Mutawakkil Ibn Al-Mu'tashim ( 256 - 279 H )
  6. Khalifah Al-Mu'tadhid Billah Abi Al-'Abbas Ahmad Ibn Ahmad Al-Muwaffaq Thalhah Ibn Al-Mutawakkil Ibn Al-Mu'tashim ( 279 - 289 H )
  7. Khalifah Al-Muktafi Billah Ali Ibn Ahmad Al-Mu'tadhid Ibn Abi Ahmad Ibn Al-Mutawakkil ( 289 - 295 H )
  8. Khalifah Ja'far Al-Muqtadir Billah Ibn Al-Mu'tadhid Ibn Ahmad Ibn Al-Mutawakkil ( 295 - 320 H )
  9. Khalifah Abu Muhammad Al-Qahir Ibn Al-Mu'tadhid Ibn Al-Muwaffaq Thalhah Ibn Al-Mutawakkil ( 320 - 322 H )
  10. Khalifah Al-Radhi Abu Al-'Abbas Ahmad Al-Muqtadir Ibn Ahmad Al-Muwaffaq Thalhah Ibn Al-Mutawakkil ( 322 - 329 H )
  11. Khalifah Al-Muttaqi Lillah Ibn Al-Mu'tamid Ibn Abi Ahmad Al-Muwaffaq ( 329 - 333 H )
Periode Baru Dinasti Abbasiyah ( 334 - 447 H ) Periode Kekuasaan Kaum Buwayhiyah
Pada periode kekuasaan kaum Buwayhiyah, mulai 334 H - 447 H, Dinasti Abbasiyah dipimpin lima khalifah berbeda.
  1. Khalifah Al-Mustakfi Abi Al-Qasim Abdillah Ibn Al-Muktafi Ibn Al-Mu'tadhid ( 333 - 334 H )
  2. Khalifah Al-Fadhl Al-Muthi' Lillah Ibn Al-Muqtadir Ibn Al-Manshur ( 334 - 363 H )
  3. Khalifah Abu Al-Fahdl Abdul Karim Al-Tha'i' Lillah Ibn Al-Muthi' ibn Al-Muqtadir ( 363 - 381 H )
  4. Khalifah Abu Al-'Abbas Ahmad Al-Qadir Billah Ibn Ishak Ibn Al-Muqtadir Ibn Al-Mu'tadhid ( 381 - 422 H )
  5. Khalifah Abu Ja'far Abdillah Al-Qa'im Biamrillah ( 422 - 467 H )
  6. Khalifah Al-Muqtadi Bi Amrillah Abi Al-Qasim Abdillah Ibn Al-Amir Dzakhirah Al-Din ( 467 - 487 H )
  7. Khalifah Abu Al-'Abbas Al-Mustazhhir Billah ( 487 - 512 H )
  8. Khalifah Abu Mashur Al-Fadhl Al-Mustarsyid Billah Ibn Al-Mustazhhir ( 512 - 529 H )
  9. Khalifah Al-Muqtafi Li Amrillah Abi Abdillah Al-Husain Ibn Al-Mustazhhir ( 529 - 555 H )
  10. Khalifah Al-Mustanjid Billah Abi Al-Muzhaffar Yusuf Ibn Al-Muqtafi Liamrillah ( 555 - 566 H )
  11. Khalifah Al-Mustadhi' Bi Amrillah Abi Muhammad Al-Hasan Ibn Al-Mustanjid Billah ( 566 - 575 H )
  12. Khalifah Al-Nashir Li Dinillah Abi Al-'Abbas Ahmad Ibn Al-Mustadhi' Ibn Al-Mustanjid ( 575 - 622 H )
  13. Khalifah Abu Nashr Al-Zhahir Bi Amrillah Muhammad Ibn Al-Nashir ( 622 - 623 H )
  14. Khalifah Al-Mustanshir Billah Abi Ja'far Manshur Ibn Al-Zhahir ( 623 - 640 H )
  15. Khalifah terakhir Dinasti Abbasiyah adalah Abu Ahmad Abdillah Al-Musta'shi Billah Ibn Al-Mustanshir Ibn Al-Zhahir Ibn Al-Nashir Ibn Al-Mustadhi' Ibn Al-Mustanjid Ibn Al-Muqtafi Ibn Al-Mustazhhir Ibn Al-Muqtadi Ibn Al-Qaim Ibn Al-Qadir Ibn Al-Muqtadir Ibn Al-Mu'tadhid Ibn Thalhah Ibn Al-Mutawakkil Ibn Al-Mu'tashim Ibn Al-Rasyid Ibn Al-Mahdi Ibn Al-Mashur ( 623 H - Dibunuh Hulaghu Khan pada Muharram 656 H )
Dinasti Ustmani
Kaum Ustmani berada di medan jihad melawan musuh-musuh Islam selama lebih dari enam abad. Mereka berhasil menaklukkan Konstantinopel setelah sebelumnya sulit ditaklukkan, juga negeri-negeri yang sebelumnya tidak pernah dijajah seorang muslim pun. Penaklukan mereka terus berlanjut hingga menyentuh jantung Eropa. Yunani, Yugoslavia ( Serbia dan Montenegro sekarang ), Bosnia, Herzegovina, Albania, Makedonia, Bulgaria, Rumania, Hongaria, Bessarabya ( Moldova ), Ukraina, Siprus, Rusia, Austria, Polandia, Slovakia, Italia, negara-negara di Asia Kecil ( Turki sekarang ), Armenia, Georgia, dan seluruh negara Kaukasus. Semua negara ini bisa ditaklukkan.

Tentunya seluruh penaklukan tersebut merupakan hasil dari upaya para pemimpina ( Sultan dan Khalifah ) pada masa kejayaan Turki Ustmani. Berikut beberapa nama-nama Sultan dan Khalifah Turki Ustmani :

Masa Kesultanan

  1. Sultan Ustman I ( 699 - 726 H )
  2. Sultan Orhan I ( 726 - 761 H )
  3. Sultan Murad I ( 761 - 791 H )
  4. Sultan Bayazid I ( 791 - 804 H )
  5. Sultan Muhammad I ( 816 - 824 H )
  6. Sultan Murad II ( 824 - 855 H )
  7. Sultan Muhammad Al-Fatih ( Muhammad II ) ( 855 - 886 H )
  8. Sultan Bayazid II ( 886 - 918 H )
Masa Kekhalifahan 
  1. Khalifah Salim I ( 918 - 926 H )
  2. Khalifah Sulaiman I ( 926 - 974 H )
  3. Khalifah Salim II ( 974 - 982 H ) 
  4. Khalifah Murad III ( 982 - 1002 H )
  5. Khalifah Muhammad III ( 1003 - 1012 H )
  6. Khalifah Ahmad I ( 1012 - 1026 H )
  7. Khalifah Mustafa I ( 1026 - 1027 H )
  8. Khalifah Ustman II ( 1027 - 1031 H )
  9. Khalifah Murad IV ( 1032 - 1049 H )
  10. Khalifah Ibrahim I ( 1049 - 1058 H )
  11. Khalifah Muhammad IV ( 1058 - 1099 H )
  12. Khalifah Sulaiman II ( 1099 - 1102 H )
  13. Khalifah Ahmad II ( 1102 - 1106 H )
  14. Khalifah Musthafa II ( 1106 - 1115 H )
  15. Khalifah Ahmad III ( 1115 - 1143 H )
  16. Khlaifah Mahmud I ( 1143 - 1168 H )
  17. Khalifah Ustman II ( 1168 - 1171 H )
  18. Khalifah Musthafa III ( 1171 - 1187 H )
  19. Khalifah Abdul Hamid I ( 1187 - 1203 H )
  20. Khalifah Salim III ( 1203 - 1222 H )
  21. Khalifah Musthafa IV ( 1222 - 1223 H )
  22. Khlaifah Mahmud II ( 1223 - 1255 H )
  23. Khalifah Abdul Majiz I ( 1255 - 1277 H )
  24. Khalifah Abdul Aziz ( 1277 - 1293 H )
  25. Khlaifah Murad V ( 1293 H )
  26. Khalifah Abdul Hamid II ( 1293 - 1328 H )
  27. Khalifah Muhammad V ( 1328 - 1337 H )
  28. Khlaifah Muhammad VI ( 1337 - 1340 H )
  29. Khalifah Abdul Majid II ( 1340 - 1342 H )
Daftar Nama Khalifah di atas merupakan bukti kekuasaan islam hingga berabad-abad lamanya. Kebanyakan Khalifah telah berusaha untuk menyebarkan agama Allah ke seluruh dunia, memberantas kekufuran dan menanam Islam di berbagai wilayah yang telah mereka taklukkan. Dan semoga usaha mereka bisa di balas oleh Allah SWT. Mari kita doakan mereka agar dosa-dosa yang telah mereka lakukan di ampuni oleh Allah SWT.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat semua. Kami sangat mengharapkan saran dan kritikan dari para pembaca agar artikel ini bisa lebih berkualitas dan bisa menambah wawasan pengetahuan para pembaca. Terimakasih.

Daftar Pustaka :
  • www.wikipedia.org
  • A. Ibrahim, Qosim dan A. Saleh, Muhammad.2014. Buku Pintar Sejarah Islam.Jakarta:Zaman
Perhatian !!! Setelah membaca artikel ini diharapkan pembaca agar tidak menjadikan artikel ini sebagai rujukan yang paling benar, carilah artikel lain yang bisa mendukung/menambah hal-hal yang belum tercantun/dituliskan dalam artikel ini. Terimakasih. Jika ada pendapat atau komentar, silahkan masukkan komentar anda di kolom komentar di bawah.

5 Negara Islam Terkuat di Dunia

Negara Islam yang Pernah Menjadi Negara Terkuat di Dunia - Saat ini, peran sebagai Negara Terkuat di Dunia di pegang oleh beberapa Negara adidaya yang kita kenal seperti Amerika, Rusia, Inggris, India, dan China. Negara tersebut dianggap sebagai Negara Terkuat karena kekuatan militernya, di tambah dukungan senjata dengan teknologi yang canggih sehingga mereka dinobatkan sebagai Negara Super-power di Dunia.

Namun, taukah anda? bahwa sebelum ke lima negara tersebut,  tersimpan sejarah bahwa Negara Islam pernah menjadi negara terkuat dan di takuti di seluruh dunia, bahkan bertahan hingga ratusan tahun. Kehebetan negara islam pada masa tersebut dianggap juga sebagai masa ke-emasan islam.

Negara-Negara Islam yang Pernah Menjadi Negara Terkuat dan Ditakuti di Dunia

Menurut sejarah bahwa Islam pernah menguasai 2/3 bumi di bawah kekuasaan Khilafah, dan  itu bertahan hingga ratusan tahun lamanya. Namun sekarang eksistensi tersebut sudah hilang karena beberapa sebab tertentu. Negara apa sajakah itu? Berikut ini merupakan negara-negara islam yang pernah menjadi negara kuat dan di takuti oleh musuh-mushnya.

1. Arab Saudi ( Madinah ) Negara Terkuat Masa Khulafaur Rasyidin

Negara Terkuat di Dunia

Jazirah Arab mulai membentangkan sayapnya pada masa Khulafaur Rasyidin. Pada masa Umar ibn Khattab banyak dilakukan ekspansi-ekspansi militer ke daerah-daerah yang diduduki oleh Inperium Romawi dan Persia. Pada tahun 634 M, Damaskus berhasil ditaklukkan oleh pasukan Islam. Kemudian pada tahun 636 M, terjadi peperangan antara Pasukan Romawi dan Muslim sehingga Syria, Mesopotamia, dan Palestina dapat ditaklukan.

Dari kemajuan itu, membuat Immperium Romawi dan Persia sudah tidak menganggap remeh kekuatan Islam. Mereka mulai sadar bahwa kekuatan Islam merupakan ancaman besar bagi kekuasaan di daerah-daerah yang Imperium duduki.

Ketika masa Ustman ibn Affan menjadi Khalifah, kembali dilakukan ekspansi militer ke daerah-daerah lain. Hasilnya, pada tahun 645 M, Cyprus berhasil di taklukkan. Kemudian pada tahun 646 M dilakukan penyerangan terhadap Byzantium di kota Iskandariyah Mesir. Di tahun berikutnya, Armada Laut pertama pasukan Islam berhasil dibentuk dan di ketuai oleh Muawiyah ibn Abu Sufyan untuk melawan angkatan laut pasukan Byzantium.

Pada masa Ali ibn Abi Thalib di baiat sebagai Khalifah, pusat pemerintahan dipindahkan ke kota Kufah, pada tahun 657 M. Saat pemindahan pusat kekuasaan, Ali ibn Abi Thalib fokus pada perbaikan internal ummat, karena banyaknya pemberontakan yang dilakukan kau khawarij apalagi terjadi perpecahan ketika itu di antara kaum muslim.

Sejak pemerintahan pindah ke Kufah, kekuasaanpun berpindah ke wilayah tersebut. Tetapi Islam pada masa itu masih Eksis di hadapan musuh-musuhnya. Saat ini Arab Saudi menduduki peringkat ke-28 sebagai Negara Terkuat di Dunia.

2. Syria ( Damaskus ) Negara Terkuat Masa Dinasti Umayyah

Negara Terkuat di Dunia Syria

Syria merupakan wilayah yang menjadi pusat pemerintahan Dinasti Umayyah, tepatnya di damaskus. Dinasti Umayyah didirikan ketikan Muawiyah di baiat sebagai Khalifah umat Islam saat itu. Selama kepemimpinan Muawiyah, ekspansi militer kembali dilanjutkan setelah sempat berhenti.

Pada tahun 677 M, penyerangan untuk pertama kalinya di lakukan oleh ummat Islam ke Konstantinopel, ibu kota Romawi Timur. Musuh-musuh Islam kembali waspada terhadap kekuatan gempuran negara Islam. Namun penyerangan pertama yang dilakukan ke Konstantinopel gagal. Kemudian penyerangan kembali dilakukan pada tahun 679 M, tetapi kembali gagal karena wafatnya Khalifah Muawiyah.

Pada tahun 711 M, pasukan Islam kembali melakukan Ekspansi ke beberapa wilayah untuk di taklukkan seperti Spanyol, Sind, dan Transoxiana. Kemudian pada tahun 713 M dilakukan serangan untuk menaklukkan Multan.

Ketika Masa Khalifah Sulaiman, kembali dilakukan penyerangan terhadap kota Konstantinopel pada tahun 716 M. Khalifah Sulaiman membawa 120 ribu pasukan darat, 120 ribu pasukan laut dan 800 kapal angkatan perang. Namun lagi-lagi kota ini tetap tidak tertembus walaupun telah dikepung selama 1 tahun. Pengepunan akhirnya dihentikan ketika terdengar kabar bahwa Khalifah Sulaiman meninggal yang kemudian digantikan oleh Umar ibn Abdul Aziz.

Pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah, banyak sekali penaklukan-penaklukan yang telah dilakukan seperti penaklukan di bagian barat yaitu Afrika, Magribi, hingga Spanyol ( Andalusia ). di bagian timur penaklukan dilakukan hingga Turki, Bukhara, Samarkand, dan Percobaan penaklukan India dan Cina.

Jihad menjadi fokus Dinasti Umayyah. Tak ada yang lain. Kalimat Islam menjadi tinggi di barat dan timur, di darat dan lautan. Mereka berhasil menundukkan kekufuran beserta penganutnya. Hati kaum musyrik dipenuhi ketakutan terhadap umat Islam. Tidak ada wilayah yang dilewati umat Islam kecuali meraka taklukkan. Pasukan mereka diisi orang-orang saleh, ulama dan tabiin terkemuka. Dinasti Umayyah Berkuasa dan ditakuti oleh Negara Eropa selama 100 tahun lebih.

Saat ini Syria menduduki peringkat 42 sebagai Negara Terkuat di Dunia. Sudah sangat jauh di bandingkan dengan masa ke-emasan mereka pada masa Dinasti Umayyah. Semoga semangat mereka kembali berkobar untuk kembali ke masa kejayaan mereka.

3. Iraq ( Baghdad ) Negara Terkuat Masa Dinasti Abbasiyyah

Negara Terkuat di Dunia

Baghdad merupakan ibukota Negara Iraq. Pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, Baghdad merupakan pusat pemerintahan Islam di Dunia. Dinasti Abbasiyah sendiri berdiri pada tahun 752 M dan menjadikan Abdullah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdillah ibn Abbas sebagai Khalifah pertama Dinasti tersebut.

Pada masa Dinasti Abbasiyyah, Ilmu Pengetahuan berkembang pesat karena Pemerintah mengeluarkan dana khusus untuk mendukung perkembangan Ilmu Pengetahuan apalagi pada masa tersebut banyak ulama-ulama, ilmuan, saintis dan sarjanawan lain yang terkenal sebagai pelopor ilmu pengetahuan dunia.

Pada masa Abbasiyyah, banyak negara-negara Eropa yang berkoalisi untuk menyerang wilayah-wilayah Islam yang berada dibawah kekuasaan Dinasti Abbasiyyah, koalisi inilah menjadi awal mula munculnya Pasukan Salib pertama.

Pada masa ini juga hidup salah satu Jenderal Islam yang dikenal membuat orang barat merinding karena kehebatannya dalam berperang. Jenderal ini dikenal dengan nama Saladin oleh lidah orang eropa sedangkan Islam mengenalnya sebagai Salahuddin Al-Ayyubi sebagai pembebas Baitul Maqdis yang sebelumnya dikuasai oleh Pasukan Salib.

Pada masa ini juga, ibukota India yaitu Delhi berhasil ditaklukkan oleh pasukan muslim sehingga India menjadi wilayah dibawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Dinasti Abbasiyyah juga dikenal sebagai masa keemasan umat islam lebih dari 2 abad. Kekuasaan Dinasti Abbasiyyah mulai pada tahun 750 M hingga diruntuhkan pada tahun 1258 M.

4. Mesir Negara Terkuat Masa Dinasi Ayyubiyah

Negara Terkuat di Dunia

Islam masuk di Mesir pada masa Dinasti Umayyah. Mesir kemudian memerdekan diri pada masa Dinasti Abbasiyah mulai melemah yang kemudian berdirilah Dinasti Fathimiyah. Dinasti Fathimiyah berkuasa hingga 200 tahun lebih.

Dinasti Fathimiyah kemudian di gulingkan dan digantikan oleh Dinasti Ayyubiyah yang didirikan oleh Saladin atau lebih dikenal dengan nama Salahuddin Al Ayyubi. Pada masa Salahuddin, pusat pemerintahan Dinasti Ayyubiyah berada di Negara Mesir. Salahuddin dikenal sebagai lawan yang kuat oleh pasukan salib.

Selain pada masa Dinasti Ayyubiyah mesir juga pernah di pimpin oleh Dinasti Mamalik pada 648-784 H. Dinasti Mamalik juga dikenal sebagai Dinasti yang sangat kuat dan ditakuti dikalangan pasukan Salib.

Ketika Islam berada pada masa kebinasaannya pada saat bangsa Mongol meluluh lantahkan Dinasti Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu pertahanan terakhir Islam selain Madinah dan Makkah. Sultan paling berpangaruh saat itu yang berhasil menghadang pasukan Mongol adalah Sayfuddin Qutz. Perang tersebut dikenal dengan nama 'Ayn Jalut yang meletus pada Ramadan 658 H.

Berbeda dengan masa kegemilangannya, Saat ini Mesir memegang peringkat 18 sebagai Negara Terkuat di Dunia.

5. Turki Negara Terkuat Masa Dinasti Ustmani

Negara Terkuat di Dunia

Pada tahun 1301 M, Ustman I menyatakan dirinya sebagai sultan dan memproklamasikan berdirinya Kerajaan Turki Ustmani. Dinasti Ustmani memiliki beberapa prestasi dalam perluasan wilayah Islam kebeberapa wilayah yang belum pernah ditaklukkan oleh generasi-gerasi sebelumnya.

Dinasti Ustmani juga fokus untuk menyerang wilayah-wilayah di Eropa dan Konstantinopel sebagai ibukota kekaisaran Romawi timur. Pada tahun 1345 M, turki Seljuk berhasil menyeberangi selat Bosporus.

Ketika masa pemerintahan Sultan Muhammad Al-Fatih, Konstantinopel berhasil di taklukkan sehingga membuat negara-negara lain semakin waspada terhadap kekuatan Islam. Selain konstantinopel, Muhammad juga melanjutkan penaklukan ke wilayah-wilayah lain seperti Serbia, Morea, Wallachia, Bosnia dan lainnya.

Selain Sultan Muhammad Al-Fatih, dikenal juga Khalifah Sulaiman I. Pada masanya, Dinasti Ustmani maju sangat pesat hingga menjadi kekuatan adikuasa di dunia kala itu. Khalifah Sulaiman digelari al-Qanuni. Itu karena jasanya menyusun sistem undang-undang diseluruh cabang pemerintahan.

Saat ini, Negara Turki sudah kembali mulai membangkingkat semangat juang mereka untuk memperjuangkan Islam dan mulai membangun kembali masa kejayaan mereka setelah pernah berjaya 700 tahun lamanya. Turki menduduki peringkat 10 sebagai Negara Terkuat di dunia saat ini.

Kesimpulan

Beberapa Negara di atas menjadi bukti kebesaran Islam hingga ratusan tahun lamanya. Negara di atas menjadi pusat peradaban pada masa itu, dimana negara barat juga banyak berguru terhadap peradaban maju Negara-Negara Islam pada masa itu.

Tentunya kehebatan-kehebatan negara Islam pada masa keemasan tersebut dibangun dari kerja keras para pemimpin dan masyarakat yang saling bekerja sama untuk mewujudkan Negara Kuat yang bebas dari penidasan. Selain itu persatuan di antara umat Islam saat itu menjadi poin penting terbentuknya Negara Super Power yang ditakuti banyak kalangan, dan jatuhnya negara tersebut juga di dasari karena terjadinya perpecahan di antara umat ini.

Maka dari itu, penting sekali untuk kita dalam membangun kembali persatuan umat Islam di dunia ini. Tidak dapat di pungkiri bahwa apabila umat Islam kembali bersatu maka Negara yang Kuat dan tenteram bukan lagi hal yang mustahil untuk di wujudkan.

Semoga artikel 5 Negara Islam yang Pernah Menjadi Negara Paling di Takuti di Dunia bisa membuka mata kita semua untuk membangun persatuan sesama muslim di dunia. Jika ada saran dan kritikan silahkan tinggalkan di kolom komentar. Tentunya kami mengharapkan saran yang membangun untuk menambah kualitas informasi yang ada di Blog ini.
Perhatian !!! Setelah membaca artikel ini diharapkan pembaca agar tidak menjadikan artikel ini sebagai rujukan yang paling benar, carilah artikel lain yang bisa mendukung/menambah hal-hal yang belum tercantun/dituliskan dalam artikel ini. Terimakasih. Jika ada pendapat atau komentar, silahkan masukkan komentar anda di kolom komentar di bawah.